Login


| Recover Password
 

Pemerintah Bisa Andalkan Perumnas

Jakarta- Pemerintah bisa memaksimalkan seluruh kekuatan dalam embangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu instrumen pemerintah adalah dengan lebih memberdayakan badan usaha milik negara (BUMN) Perum Perumnas.

Menurut Zulfi Syarif Koto, ketua Housing Urban Development (HUD) Institute, fungsi utama Perum Perumnas perlu dikembalikan seperti zaman Orde Baru (Orba). Saat itu fungsi, fungsi utama Perumnas adalah merumahkan MBR sehingga mamapu membangun kawasan seperti Depok dan Klender serta kota-kota baru lainya. “ Setelah itu terbangun, barulah masuk develer swasta, tapi sejak 1997 dan zaman Reformasi, Perumnas kian dilupakan malahan dibebani cari untung, kata dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Kamis (12/2)

Dia menilai, kebijakan pemerinta sejak reformasi, tidak pro terhadap perumnas. Lalu, pemerintah tidak memberikan suntikan dana. Perumnas sebagai Perum tapi dalam implementasinya mengacu pada BUMN sehingga dibebani mencari untung “Pembinaan Perumnas kini mengacu pada UU BUMN, padahal nomenklatur masih Perum bukan persero. Jadi ad konflik, kalau Perum negara wajib turun dengan emudahan dana, Permnas diperlakukan sebagai persero, ujarnya.

Menurut dia, pemerintah perlu menertibkan Kepres tentang peran Perumnas dalam membangun rumah rakyat. Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dialokasikan untuk Perumnas dapat digunakan sebagai modal awal penyedian lahan. PMN merupakan langkah awal yang baik untuk mengatasi persoalan perumahan di Indonesia.

“ PMN yang didapat Perumnas bukan casflow, melainkan untuk modal awal membeli tanah dan harus dicari dilokasi yang memiliki kebutuhan perumahan yang tinggi. Ini modal awal yang amat bagus, katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, dahulu Perum Perumnas menjadi baromaeter keberhasilan pembangunan rumah rakyat. Sayangnya, kata dia, saat ini Perumnas masuk dalam jajaran perusahaan BUMN sehingga fokus untuk pembangunan perumahan rakyat menjadi hilang. Dia pernah mengatakan, pengucuran PMN untuk untuk Perumnas merupakan hal yang positif bagi pembangunan rumah rakyat.

Perum Perumnas menargetkan pembangunan sebanya 33.365 rumah sepanjang 2015. Target tersebut dibuat dengan mempertibangkan suntikan modal negera sebesar 2 Triliun.

Dari dana tersebut, sebanyak Rp 1,5 Triliun akan digunakan untuk konstruksi 33.685 unit hunian dan Rp 500 miliarnya untuk pengadaan lahan 366,3 hektare. Dari 33.685 hunian yang akan dibangun di 2015 tersebut, sebanya 19.699 merupakan hunian vertikal dan 13.986 adalah hunian tapak. Perseroan menargetkan mulai 2017 pembangunan perumahan bakal mencapai 100.000 unit pertahun.

 

Sumber : Investor Daily

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>